Malutnetwork - Kelahiran Cut Nyak Dhien ditandai dengan situasi wilayah yang sedang tidak baik-baik saja. Pasalnya, kala itu sedang terjadi perang saudara antara rakyat VI Mukim dan rakyat Meuraksa.
Cut Nyak Dhien lahir di Lampadang, Kesultanan Aceh pada hari Selasa, bulan Januari tahun 1848.
Lahir dari keluarga bangsawan, seperti Tjokroaminoto, Cut Nyak Dhien juga tidak pernah membeda-bedakan kasta dalam memilih teman.
Baca Juga: Tjokroaminoto dan Gambaran Eksploitasi Pribumi Sejak Kecil
Ayahnya, Nanta Muda Seutia merupakan keturunan langsung Sultan Aceh sekaligus tokoh yang menjadi cikal bakal dalam pembangunan wilayah VI Mukim sehingga menjadi terkenal dan makmur.
Sedangkan ibunya merupakan keturunan bangsawan yang terpandang dari Kampung Lampagar.
Sejak kecil, Cut Nyak Dhien telah dibekali ilmu agama yang baik oleh kedua orang tuanya, hal tersebut membuat dirinya tumbuh menjadi pribadi yang memiliki rasa percaya dan peka yang luar biasa.
Baca Juga: Dari Pesantren Kita Bisa Berkarya dan Mandiri
Rasa peka tersebut kemudian tumbuh menjadi kesetiaan, yang ia representasikan ketika tanah Aceh yang sangat ia cintai kemudian dirampas oleh pihak asing. Bahkan tidak hanya merampas, lebih dari itu, pihak asing tersebut bahkan menghancurkan dan memporak-porandakan Aceh.
Situasi itu lalu memantik jiwa Cut Nyak Dhien untuk menjadi wanita tangguh dan teguh pediriannya. Sehingga, ‘perempuan berhati baja’ menjadi salah satu julukan kepada wanita kelahiran Aceh ini.
Tercatat dalam sejarah bahwasanya ia merupakan sosok wanita yang tidak gentar melawan penjajah meskipun berdiri di barisan paling depan.
Baca Juga: Tolak Presidential Threshold, DPP KNPI Usul Begini
Meskipun menghadapi berbagai rintangan dan kesulitan, Cut Nyak Dhien tidak akan pernah dengan mudah menyerah pada lawan.
Namun, dalam kesulitannya hidup di hutan saat berperang, Panglima Laot, salah seorang pengikutnya menasihati agar Cut Nyak Dhien menyerah saja, karena ia sudah terlalu tua, sehingga perlawanannya pun hanya akan sia-sia.
Artikel Terkait
Menanam Jagung Bersama Petani di Jeneponto, Jokowi Janji Hentikan Impor
Viral, Mahasiswa Mengumpulkan Tugas Kuliah dalam Kardus Tuai Perdebatan Warganet
Belum Selesai Hadapi Covid-19, Vietnam Kembali Dilanda Virus Babi
Konflik Pemuda Dua Desa di Kayoa Utara Berakhir Damai, Begini Kata Kapolsek
Menjelang Nataru 2022, Pemda DIY Akan Tutup Sejumlah Fasilitas Wisata