Malutnetwork.com - Pertikaian sejumlah pemuda Desa Laromabati dan Gayap yang berujung bentorkan fisik di pelabuhan very, Desa Laromabati, Kecamatan Kayoa Utara. Jumat (12/21) malam, berakhir damai setelah dilakukan mediasi antara kedua pihak.
Kapolsek Kayoa, Iptu Usman Takko mengatakan, kedua pihak yang berkonflik telah sepakat tidak mengulangi kejadian yang sama.
“Kejadian ini tidak dilaporkan antara kedua pihak ini, setelah mendapatkan informasi. Polsek Kayoa langsung memanggil dua pihak ini untuk melakukan perdamaian”, ujar Kapolsek Kayoa, Iptu Usman Takko saat ditemui MalutNetwok.com. Sabtu (11/12/21).
Baca Juga: Novia Widyasari Pernah Dilecehkan Seniornya, Unibraw Buka Suara
Menurutnya, meski tidak ada laporan yang diterima pihaknya, Polsek Kayoa tetap mengambil langkah penyelesaian agar tidak merebak hingga ke masyarakat umum.
“Untuk menghindari persoalan yang makin besar, kami gerak cepat dengan melibatkan aparat Desa Laromabati dan Gayap agar persoalan ini segera diselesaikan. Kedua pihak, kami undang ke Polsek Kayoa untuk mediasi”, pungkasnya.
Usman mengatakan, kedua pihak ini hadir secara bersamaan. Pihak Laromabati sebanyak 18 orang, sementara pihak Gayap sebanyak 20 orang.
Baca Juga: Paksa Gugurkan Janin 2 kali, Bripda Randy Bagus Dipecat Tidak Hormat dari Polri
“Proses mediasi berlangsung dengan baik, mereka didampingi masing-masing kepala desa, BPD, dan Ketua Pemuda. Kedua pihak ini sepakat untuk tidak di proses hukum sehingga didamaikan dengan surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan yang sama dikemudian hari”, ungkapnya.
Ia meminta kedua pihak agar komitmen pada surat pernyataan yang telah ditanda tangani. “Apabila dikemudian hari ada yang berbuat lagi, kita langsung proses hukum”, kata Iptu Usman.
Sementara, insiden pembakaran para-para (tempat pengering kelapa/kopra). Pihak Polsek Kayoa masih melakukan penyelidikan.
Baca Juga: Gedung Cyber Terbakar, Sejumlah Media Online tidak bisa Diakses. Web Designer Radarmalut Minta Maaf
“Terkait pembakaran para-para milik warga Desa Laromabati masih dalam proses penyelidikan, jadi jangan dulu berasumsi bahwa yang membakar itu orang Gayap. Belum tentu juga, jangan sampai ada pihak ketiga yang sengaja provokasi kan repot”, tandasnya.
Ia menambahkan, sesuai kesepakatan bersama kedua pihak, pembakaran para-para akan dibangun kembali secara bersama-sama.
“Para-para milik warga Desa Laromabati yang dibakar, kedua pihak sudah sepakat untuk bangun yang baru secara gotong royong”, imbuhnya.
Artikel Terkait
Gedung Cyber Terbakar, Sejumlah Media Online tidak bisa Diakses. Web Designer Radarmalut Minta Maaf
Pengen Istri Bahagia Setiap Saat, Suami Wajib Tahu 5 Cara ini
Sebelum Meninggal Dunia, Mahasiswi Asal Mojokerto Curhat di Aplikasi Pintar. Begini isinya
Dapat Dukungan Publik, Ibu Novia Widyasari Tiba-tiba Minta Maaf. Begini Alasannya
Novia Widyasari Pernah Dilecehkan Seniornya, Unibraw Buka Suara
Tjokroaminoto dan Gambaran Eksploitasi Pribumi Sejak Kecil