Korban Tewas Meningkat, Pelayanan Kesehatan di Gaza Terganggu, 35 Rumah Sakit tak Bisa Operasi

photo author
Abd Yahya A, Malut Network
- Kamis, 2 November 2023 | 10:28 WIB
Mobil ambulans berbaris mengantarkan warga Palestina yang terluka ke perbatasan Rafah (Dok Aljazeera)
Mobil ambulans berbaris mengantarkan warga Palestina yang terluka ke perbatasan Rafah (Dok Aljazeera)

MALUTNETWORK.COM - Jumlah korban tewas akibat serangan Israel yang berlangsung di Jalur Gaza meningkat menjadi 8.525 orang.

Berdasarkan data terbaru Kementerian Kesehatan tercatat sebanyak 3.542 anak-anak menjadi korban dan 2.187 perempuan.

Sementara 21.543 orang lainnya terluka. Selain itu, kini Kementerian Kesehatan telah menerima laporan bahwa masih ada sekitar 2.000 orang masih terjebak di bawah reruntuhan, termasuk 1.100 anak-anak.

Baca Juga: Timnas Indonesia U-17 Punya Bek Kanan Titisan Dani Alves yang Tampil di Piala Dunia U-17 2023

Dilansir dari Anadolu, Achilleas Tzemos, Direktur Umum MSF di Yunani mengaku sangat memperihatinkan situasi kemanusiaan di Gaza Akibat serangan yang dilakukan oleh Israel.

Akibat dari serangan Israel, membuat pelayanan kesehatan terganggu. Karena fasilitas rusak, dan fasilitas medis lainnya kehabisan bahan bakar serta.

“Karena pengepungan yang sangat ketat di Gaza, sebagian besar fasilitas medis kehabisan bahan bakar dan bahkan obat-obatan dasar yang diperlukan untuk beroperasi. Listrik padam dan air bersih juga langka,” kata Achilleas Tzemos.

Baca Juga: Korban Tewas di Gaza Akibat Serangan Israel Nyaris Tembus 9 Ribu, Paling Banyak Anak-anak

Tidak hanya itu, dirinya juga mengaku sangat prihatin karena banyak rumah sakit tidak bisa dioperasi untuk menolong warga Palestina.

“Kami sangat prihatin dengan situasi di Gaza. Dari 35 rumah sakit di Gaza, 12 sudah tidak beroperasi lagi, baik karena kerusakan akibat pengeboman maupun karena kehabisan bahan bakar,” tegasnya.

Dia mengatakan para ahli bedah di Gaza terpaksa mengoperasi pasien, termasuk anak-anak yang membutuhkan amputasi, tanpa anestesi yang tepat.

Baca Juga: 21 Pemain Timnas Indonesia U-17: Dari Zidan, Kaka Hingga Figo, Erick Thohir: Kombinasi Seimbang

“Dan mereka bekerja tanpa pamrih, tanpa ada jaminan keamanan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan di sana. Kapan saja, sebuah bom bisa menjatuhkan mereka,” katanya.

Tzemos menekankan bahwa sistem kesehatan di Gaza sudah lumpuh karena blokade Israel.

“Sekarang sudah terpecah belah, sementara kebutuhan medis masyarakat di sana meroket,” ungkapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abd Yahya A

Sumber: Anadolu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X