MALUTNETWORK.COM - Jumlah korban tewas akibat serangan Israel yang berlangsung di Jalur Gaza meningkat menjadi 8.525 orang.
Berdasarkan data terbaru Kementerian Kesehatan tercatat sebanyak 3.542 anak-anak menjadi korban dan 2.187 perempuan.
Sementara 21.543 orang lainnya terluka. Selain itu, kini Kementerian Kesehatan telah menerima laporan bahwa masih ada sekitar 2.000 orang masih terjebak di bawah reruntuhan, termasuk 1.100 anak-anak.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-17 Punya Bek Kanan Titisan Dani Alves yang Tampil di Piala Dunia U-17 2023
Dilansir dari Anadolu, Achilleas Tzemos, Direktur Umum MSF di Yunani mengaku sangat memperihatinkan situasi kemanusiaan di Gaza Akibat serangan yang dilakukan oleh Israel.
Akibat dari serangan Israel, membuat pelayanan kesehatan terganggu. Karena fasilitas rusak, dan fasilitas medis lainnya kehabisan bahan bakar serta.
“Karena pengepungan yang sangat ketat di Gaza, sebagian besar fasilitas medis kehabisan bahan bakar dan bahkan obat-obatan dasar yang diperlukan untuk beroperasi. Listrik padam dan air bersih juga langka,” kata Achilleas Tzemos.
Baca Juga: Korban Tewas di Gaza Akibat Serangan Israel Nyaris Tembus 9 Ribu, Paling Banyak Anak-anak
Tidak hanya itu, dirinya juga mengaku sangat prihatin karena banyak rumah sakit tidak bisa dioperasi untuk menolong warga Palestina.
“Kami sangat prihatin dengan situasi di Gaza. Dari 35 rumah sakit di Gaza, 12 sudah tidak beroperasi lagi, baik karena kerusakan akibat pengeboman maupun karena kehabisan bahan bakar,” tegasnya.
Dia mengatakan para ahli bedah di Gaza terpaksa mengoperasi pasien, termasuk anak-anak yang membutuhkan amputasi, tanpa anestesi yang tepat.
Baca Juga: 21 Pemain Timnas Indonesia U-17: Dari Zidan, Kaka Hingga Figo, Erick Thohir: Kombinasi Seimbang
“Dan mereka bekerja tanpa pamrih, tanpa ada jaminan keamanan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan di sana. Kapan saja, sebuah bom bisa menjatuhkan mereka,” katanya.
Tzemos menekankan bahwa sistem kesehatan di Gaza sudah lumpuh karena blokade Israel.
“Sekarang sudah terpecah belah, sementara kebutuhan medis masyarakat di sana meroket,” ungkapnya.
Artikel Terkait
Mantan Mentan SYL Tak Bisa Penuhi Panggilan KPK Hari ini, Kuasa Hukum Ungkap Alasannya Karena Hal Ini!
Publik Bimbang Usai Viralnya Film Dokumenter Ice Cold, Apakah Jessica Wongso Akan Ajukan PK?
Kejagung Buka Suara Pasca Kasus Kopi Sianida yang Membunuh Wayan Mirna Salihin Kembali Viral
Temukan Modus Penyelundupan Sabu Lewat Paket Semir Sepatu, Polisi Perketat Pengawasan Jasa Ekspedisi
Kabar Penggeledahan Kediaman Pimpinan KPK Firli Bahuri, Kapolda: Dinamakan Upaya Paksa
Besok Ketua KPK Diperiksa, Polda Metro Siapkan Langkah Ini Jika Firli Bahuri Masih Mangkir
Korban Tewas di Gaza Akibat Serangan Israel Nyaris Tembus 9 Ribu, Paling Banyak Anak-anak