Rumah Sakit Indonesia Satu-satunya Harapan di Gaza, Bencana Besar Jika RS Alami Shut Down

photo author
Abd Yahya A, Malut Network
- Jumat, 3 November 2023 | 16:01 WIB
Rumah Sakit Indonesia di Gaza Kian Memprihatinkan
Rumah Sakit Indonesia di Gaza Kian Memprihatinkan

MALUTNETWORK.COM - Beberapa rumah sakit di jalur Gaza terpaksa berhenti operasi karena kekurangan pasokan bahan bakar. Tapi tidak dengan rumah sakit Indonesia di Gaza.

Kini, rumah sakit Indonesia tinggal satu-satunya harapan rumah sakit di sisi utara Gaza yang masih bisa beroperasi untuk melayani pasien. Namun, kian terancam juga karena mengalami masalah yang sama seperti rumah sakit lainnya.

Dilansir dari Aljazeera, rumah sakit Indonesia di Gaza saat ini mulai menipis pasokan bahan bakar dan terancam tidak dapat beroperasi. 

Baca Juga: Korban Tewas di Gaza Meningkat jadi 9 Ribu Orang, Anak-anak Nyaris Sentuh 4 Ribu

Tentu ini akan mengalami bencana besar, sebab rumah sakit Indonesia saat ini menampung banyak pasien usai kamp pengungsi Jabalia dibom Israel tiga hari berturut-turut.

Diketahui, saat ini rumah sakit Indonesia di Gaza telah mematikan generator utama karena kekurangan pasokan BBM.

Pihak rumah sakit terpaksa mengambil langkah tersebut karena kekurangan bahan bakar. Rumah sakit Indonesia di Gaza saat ini hanya mengandalkan generator kecil untuk menjaga ICU tetap beroperasi. 

Baca Juga: 4 Pasien Meninggal Setelah Rumah Sakit Kanker di Gaza Berhenti Operasi, 70 Pasien Kritis

Hal itu juga dibenarkan oleh Fikri Rofiul Haq, seorang relawan Komite Penyelamatan Darurat Medis (MER-C).

Dirinya menceritakan seperti dilansir dari Aljazeera bahwa rumah sakit Indonesia di Gaza saat ini dibanjiri ribuan pasien.

"Selain itu, lebih dari 1.500 warga mengungsi ke RS Indonesia dan berkemah di ruangan kosong dan halaman rumah sakit," jelasnya.

Baca Juga: Rumahnya Diserang Israel Usai Liputan, Koresponden TV Palestina dan 10 Keluarganya Tewas

Pekan lalu, rumah sakit Indonesia tersebut kehilangan aliran listrik karena pemadaman listrik yang disebabkan oleh kekurangan bahan bakar karena blokade Israel.

“Kami berusaha mencari bahan bakar untuk menghidupkan Rumah Sakit Indonesia setelah pemadaman listrik yang berlangsung selama lebih dari satu jam. Dokter tidak punya pilihan lain selain melakukan operasi dan merawat pasien tanpa penerangan apa pun,” ungkapnya.

“Rumah Sakit Indonesia sangat membutuhkan bantuan medis, karena tenaga rumah sakit kelelahan karena dipaksa bekerja 24 jam sehari," tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abd Yahya A

Sumber: aljazeera

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X