• Senin, 3 Oktober 2022

Terbukti Menghalangi Penyelidikan Kematian Brigadir J, Kompol Chuck Putranto Resmi Disanksi PTDH

- Jumat, 2 September 2022 | 20:46 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo (tangkapan layar YouTube Tv Polri / Dok Malutnetwork)
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo (tangkapan layar YouTube Tv Polri / Dok Malutnetwork)

Malutnetwork.com - Mantan PS Kasubbagaudit Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri Kompol Chuck Putranto resmi disanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terkait kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabara atau Brigadir J.

Kompol Chuck Putranto mendapat sanksi PTDH setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus obstrution of justice yakni terbukti melakukan tindakan penghalangan penyelidikan kasus Brigadir J.

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan Kompol Chuck Putranto resmi diberhentikan secara tidak hormat karena terbukti melakukan pelanggaran kode etik yakni menghalangi pengusutan kasus kematian Brigadir J.

Baca Juga: Kolaborasi antara Vespa dengan Justin Bieber Menghasilkan Sebuah Karya Luar biasa yang Akan Memikat Fans

"Pemberhentian tidak dengan hormat atau PTDH sebagai anggota Polri", ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta. Jumat (02/09/22).

Dedi menyebut sanksi PTDH yang diberikan kepada Chuck Putranto diputuskan secara kolektif kolegial dalam sidang kode etik profesi Polri (KEPP). Sidang kode etik digelar pada, Jumat (02/09/22) dini hari.

"Bersangkutan telah disanksi administrasi berupa penempatan khusus selama 24 jam", pungkas Dedi.

Baca Juga: Tindakan Ferdy Sambo Melanggar HAM, Komnas HAM : Brigadir J Harusnya Diproses Hukum Bukan Ditembak Mati

Proses sidang kode etik yang berlangsung selama 15 jam sejak Kamis, (01/09/22) hingga Jumat (02/09/22) dini hari di pimpin oleh jenderal bintang dua. Komisi kode etik profesi Polri (KKEPP) memeriksa 9 saksi.

Setelah putusaan PTDH, Chuck Putranto diketahui akan mengajukan banding atas putusan yang dibacakan oleh KKEPP dalam sidang kode etik.

Halaman:

Editor: Sukri Yunus

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X