MALUTNETWORK.COM - Organisasi guru di Kota Tidore Kepulauan memasuki babak baru.
Dalam pembukaan Konferensi Kerja Kota (KONKERKOT) PGRI masa bakti XXIV Periode 2025-2030, Rabu (15/10), Wakil Wali (Wawali) Kota Ahmad Laiman menyampaikan harapan besar agar PGRI tampil sebagai motor penggerak pendidikan yang responsif terhadap perubahan zaman.
Di hadapan para guru dan pengurus di Aula SMAN 1 Tidore, mantan anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan itu menegaskan peran sentral PGRI.
Baca Juga: Strategi TPID Tidore Ampuh! GPM 21 Titik Sukses Tekan Inflasi dan Stabilkan Harga Beras
Menurutnya, PGRI harus lebih dari sekadar rumah perkumpulan biasa, melainkan benteng perjuangan kesejahteraan bagi anggotanya.
“PGRI bukan hanya menjadi rumah biasa, namun rumah bersama untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Lebih dari itu, PGRI juga harus tampil sebagai organisasi yang kuat secara struktural, mandiri secara finansial, dan kokoh secara ideologis serta dicintai oleh anggotanya,” tegas Ahmad Laiman.
Pihaknya secara khusus menyoroti tantangan era digital dan meminta PGRI untuk terus berbenah serta selalu responsif akan isu-isu pendidikan yang berkembang cepat.
Baca Juga: RESMI DIBUKA! Indomaret Loleo Akhiri Masa Skorsing Setelah Tuntaskan Semua Izin ke Pemkot Tidore
Ahmad Laiman juga mengajak PGRI menjalin kolaborasi erat dengan Pemerintah Daerah demi pengembangan pendidikan anak bangsa di Tidore.
“Kami juga mengucapkan terima kasih atas pengabdian, dedikasi, dan perjuangan pengurus dalam kontribusinya meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan anggota PGRI di Kota Tidore Kepulauan," imbuh Ahmad Laiman.
Menanggapi tantangan tersebut, Ketua PGRI Kota Tidore Kepulauan, Mulyono Hamid, menyatakan KONKERKOT kali ini menjadi momen penting untuk menyelaraskan arah perjuangan.
Baca Juga: Perkuat Pengawasan Pemilu, Bawaslu Tidore Gandeng Kwarcab Pramuka jadi Pengawas Partisipatif
“Kita hidup di era yang terus berubah dengan tantangan globalisasi, digitalisasi, hingga perubahan kebijakan pendidikan nasional yang begitu dinamis. PGRI tidak boleh berjalan di tempat,” kata Mulyono.
Ia memastikan komitmen organisasi PGRI harus tampil progresif, solutif, dan adaptif, tanpa kehilangan jati diri sebagai organisasi perjuangan profesi.
Mulyono berharap forum yang juga dihadiri Wakil Ketua PGRI Provinsi Maluku Utara, Mustamin Hamzah ini, dapat melahirkan gagasan-gagasan baru dan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru.