MALUTNETWORK.COM - Drama penyegelan salah satu gerai Indomaret di Loleo, Kecamatan Oba Tengah, Tidore Kepulauan, akhirnya berakhir.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan, melalui Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan, Abdul Hakim Adjam, secara resmi membuka plang penyegelan pada Senin, 13 Oktober 2025.
Pembukaan segel ini menandai beroperasinya kembali gerai Indomaret tersebut setelah sempat ditutup karena masalah perizinan.
Baca Juga: Perkuat Pengawasan Pemilu, Bawaslu Tidore Gandeng Kwarcab Pramuka jadi Pengawas Partisipatif
Kepala Dinas PTSP Kota Tidore, Aminah Abd Karim, memastikan bahwa pihak Indomaret kini telah melengkapi seluruh persyaratan, termasuk Izin Berusaha OSS RBA, Izin PBG (Persetujuan Bangunan Gedung), dan SLF (Sertifikat Laik Fungsi).
"Semua izin sudah selesaikan oleh pihak Indomaret. Kini, mulai Senin 13 Oktober 2025, gerai ini kembali beroperasi seperti biasanya," tegas Aminah.
Abdul Hakim Adjam menekankan bahwa keputusan membuka kembali penyegelan ini adalah komitmen Pemkot Tidore Kepulauan dalam menjaga iklim usaha.
Baca Juga: Sasar 7 Desa, TMMD ke-126 Targetkan Pemerataan Pembangunan di Oba Selatan
Gerai ritel modern seperti Indomaret diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak.
"Ini merupakan komitmen Pemkot Tidore dalam menjaga tumbuh kembang gerai Indomaret yang dapat meningkatkan pendapatan daerah dari sektor pajak," ujar Abdul Hakim Adjam.
Namun, Pemkot juga memberikan pesan tegas. Aminah Abd Karim berharap, jika ada penambahan di masa mendatang, semua persyaratan diselesaikan dulu dan segala kewajibannya dilengkapi sebelum beroperasi.
Baca Juga: Toreh Prestasi Nasional! RSD Tidore Bawa Pulang Seva Paramahita Award dari BPJS Kesehatan
Di tempat terpisah, Manager Legal Indomarko Presmatama Indomart, Agung Arif Handoko, menyampaikan terima kasih atas izin pembukaan kembali toko tersebut. Pihaknya menyatakan kesiapan penuh untuk bekerjasama dengan Pemkot Tidore Kepulauan.
"Kami siap untuk bekerjasama dengan Pemkot Tidore untuk membantu memajukan perekonomian di daerah ini," ungkap Agung.
Yang lebih menarik, Agung menegaskan komitmen perusahaan untuk menyerap tenaga kerja lokal.
Artikel Terkait
Pesan Keras Kepala Bapperida: Tinggalkan Ketergantungan TKD, Saatnya OPD Bergerak ke Jakarta
TKD Dipangkas, Wawali Tidore Sebut Sudah Saatnya Birokrasi Uji Kreativitas
Pengurangan TKD, Rekomendasi Dialog Kwatak Bacarita Jadi Kompas Pemkot Tidore Hadapi Krisis Anggaran
Maluku Utara Cetak Sejarah! Jadi Provinsi Pertama di Indonesia Timur yang Capai 100 Persen Posbankum Desa
Toreh Prestasi Nasional! RSD Tidore Bawa Pulang Seva Paramahita Award dari BPJS Kesehatan
Sasar 7 Desa, TMMD ke-126 Targetkan Pemerataan Pembangunan di Oba Selatan
Perkuat Pengawasan Pemilu, Bawaslu Tidore Gandeng Kwarcab Pramuka jadi Pengawas Partisipatif