malut

Temukan 13 kasus HIV Baru di Tahun 2025, Dinas Kesehatan Tidore Gencarkan Skrining Kesehatan

Kamis, 12 Juni 2025 | 22:29 WIB
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan Saiful Salim (Dok Pribadi)

MALUTNETWORK.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tidore Kepulauan menemukan 13 kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) baru di tahun 2025 ini.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan Saiful Salim saat diwawancarai mengatakan, 13 orang dengan HIV (ODHIV) ditemukan sepanjang periode Januari hingga Juni 2025.

Dengan tambahan 13 kasus baru tersebut, saat ini tercatat sudah sebanyak 110 kasus Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) yang ditemukan di Kota Tidore Kepulauan.

Baca Juga: Tunggakan Rp43 Miliar, Gubernur Sherly Baru Cicil DBH Tidore Rp7 Miliar, Mansyur: Kami Akan Tagih Sesuai Janji

Angka tersebut terhitung sejak tahun 2018 sebanyak 7 kasus, 2019 sebanyak 9 kasus, 2020 sebanyak 11 kasus, 2021 sebanyak 7 kasus, 2022 sebanyak 18 kasus, 2023 sebanyak 16 kasus, 2024 sebanyak 29 kasus. Angka tersebut paling didominasi oleh laki-laki.

"Serta ditambah dengan 13 orang dengan HIV (ODHIV) baru ditemukan ini, jadi total sebanyak 110 kasus. Kasus ini paling banyak didominasi oleh laki-laki. Kebanyakan penyebab ini istilahnya suka jajan diluar," kata Saiful, Rabu, 11 Juni 2025 di ruang kerjanya.

Baca Juga: Cegah Kebocoran, Wali Kota Tidore Target Penarikan Retribusi di Pelabuhan Bakal Berbasis Elektronik

Saiful menyebutkan, pemicu HIV tersebut disebabkan berbagai faktor seperti seks bebas dan perilaku seksual menyimpang atau sesama jenis (transgender), infeksi menular seksual (IMS).

"Selain itu faktor lain seperti hubungan seksual tanpa kondom, sipilis, termasuk penggunaan jarum suntik bersamaan, serta transfusi darah, itu yang merupakan faktor penyebabnya," terang Saiful.

Saiful menyampaikan para pengidap HIV tersebut telah dilakukan pemantauan rutin dan pemberian obat-obatan secara teratur oleh pihak puskesmas maupun rumah sakit agar virusnya terkontrol.

Baca Juga: DPRD Kota Tidore Berduka, Husen Muhammad Tutup Usia

"Untuk pengobatan ini kami menggunakan obat antiretroviral (ARV). Tujuan dari pengobatan itu adalah untuk memperlambat perkembangan virus, mengurangi virus, dan meningkatkan kualitas hidup, jadi ini tidak dapat sampai penyembuhan total. ARV ini tidak bisa menyembuhkan HIV secara utuh, tetapi obat ini dapat membantu pasien dapat hidup lebih lama dan lebih sehat," tegasnya.

Untuk mengantisipasi meningkatnya angka kasus HIV di Kota Tidore Kepulauan, Dinas Kesehatan beserta puskesmas di Kota Tidore Kepulauan akan menggencarkan skrining kesehatan.

Saiful mengaku skrining kesehatan tersebut merupakan bagian dari program rutin oleh Dinas Kesehatan, namun intensitasnya ditingkatkan setelah ditemukan kasus baru tersebut.

Baca Juga: Wali Kota Muhammad Sinen Janji Prioritas Pengadaan Ambulans laut Tahun Depan

Halaman:

Tags

Terkini