Temukan 13 kasus HIV Baru di Tahun 2025, Dinas Kesehatan Tidore Gencarkan Skrining Kesehatan

photo author
Abd Yahya A, Malut Network
- Kamis, 12 Juni 2025 | 22:29 WIB
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan Saiful Salim (Dok Pribadi)
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan Saiful Salim (Dok Pribadi)

"Untuk mengantisipasi hal itu, makanya setiap 6 bulan dalam setahun kami intens melakukan pemeriksaan atau skrining. Melalui skrining ini kami berharap bisa mendeteksi kasus sedini mungkin, sehingga penularan dapat dicegah dan pengobatan bisa segera diberikan," katanya.

Selain itu, kata Saiful 10 puskesmas di Kota Tidore Kepulauan telah ada pelayanan perawatan, dukungan dan pengobatan (PDP) pasien human immunodeficiency virus / accquired immunodeficiency syndrome (HIV/AIDS).

Saiful mengatakan, dengan adanya pelayanan PDP di puskesmas ini maka masyarakat bisa melakukan pemeriksaan sekaligus pengobatan HIV tanpa harus ke rumah sakit.

Baca Juga: DPRD Tidore Rencana Usul Pengadaan Ambulans laut di Tahun 2026, Ketua Komisi III: Ini Sangat Penting

"Untuk 10 puskesmas saat ini sudah sediakan pelayanan PDP itu, termasuk dengan rumah sakit. Jadi tergantung si pasien pemeriksaan atau ambil obatnya di puskesmas atau bisa ambil di rumah sakit," ungkap Saiful.

Saat ini langkah pencegahan yang dilakukan lewat puskesmas melalui skrining kesehatan itu menyasar ke populasi penderita HIV.

"Jadi populasi ini ada dua, populasi kunci dan rentan. Populasi kunci itu seperti lelaki suka lelaki, warga binaan di rutan, pekerja wanita di tempat hiburan malam. Sementara populasi rentan itu seperti ibu hamil, wanita remaja, anak jalanan, maupun penyandang disabilitas," kata Saiful.

Baca Juga: Dukung Swasembada Pangan, Pemkot Tidore Gelar Penanaman Padi di Desa Oba

Saiful menegaskan peningkatan kasus ini menjadi alarm bagi Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan untuk lebih aktif dalam edukasi serta deteksi dini. 

Pasalnya, lanjut Saiful Kota Tidore Kepulauan sendiri berada di tengah-tengah dua Kabupaten/Kota yang memiliki prevelensi kasus HIV/Aids tertinggi diantaranya Kota Ternate dan Halmahera Tengah.

"Makanya skrining kesehatan ini kami lakukan untuk menyasar populasi kunci tadi seperti pekerja seks komersial atau PSK di tempat hiburan malam, guna memutus penularan penyakit tersebut. Untuk tempat hiburan malam di Oba Utara ini kami intens melakukan skrining kesehatan," tandasnya.

Baca Juga: Wali Kota Muhammad Sinen Shalat Idul Adha di Oba: Ini Pertama Kalinya

Selain itu pihaknya mengimbau masyarakat memiliki kesadaran tinggi menjaga diri masing-masing dari penularan HIV, terutama kalangan remaja atau belum menikah, agar menjauhi pergaulan bebas, seperti seks bebas. 

Sedangkan bagi yang sudah menikah terutama laki-laki, juga diimbau tidak gonta-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seksual.

"Pencegahan itu lebih utama. Makanya disaat melakukan skrining kesehatan, kami juga memberikan edukasi serta himbauan untuk mengajak masyarakat untuk rutin melakukan pemeriksaan dan tidak takut menjalani pengobatan jika memang terdeteksi HIV," imbuh Saiful.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abd Yahya A

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X