MALUTNETWORK.COM - Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar kegiatan pendampingan teknis inovasi daerah.
Kegiatan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam upaya mewujudkan target ambisi Kota Tidore Kepulauan untuk masuk dalam 10 besar daerah paling inovatif secara nasional.
Dalam berbagai hal, Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Taher Husain, S.IP, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting di awal pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Wali Kota Muhammad Sinen dan Wakil Wali Kota Ahmad Laiman.
Baca Juga: Buka Musyawarah II, Wawali Tidore Harap IKK-Makayoa Bangun Sinergitas dengan Pemerintah Daerah
“Kita harus optimis. Target kita adalah lebih dari 200 inovasi untuk tahun 2025. Ini adalah harapan kita semua dan instruksi langsung dari Wali Kota agar seluruh asisten dan staf ahli mendampingi OPD, bagian, kelurahan, dan desa dalam proses ini,” harap Taher Husain.
Ia juga menambahkan bahwa daerah yang telah masuk dalam 5 besar nasional rata-rata memiliki lebih dari 200 inovasi dan kini hanya perlu melakukan pembaruan (update) terhadap inovasi-inovasi yang sudah ada.
“Saya pastikan, tim inovasi kami terdiri dari orang-orang hebat di OPD dan bagian masing-masing,” tambahnya.
Baca Juga: Sekda Tidore Sebut Efisiensi Anggaran Sudah Sesuai dengan Inpres Nomor 1 2025
Senada dengan itu, Sekretaris Bapperida Kota Tidore Kepulauan, Dr. Fadli Abdullah, S.STP, M.Si, menyampaikan apresiasi dan optimisme terhadap kerja sama tim inovasi dari seluruh perangkat daerah.
“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Pendampingan ini akan efektif jika kita saling berbagi dan berkolaborasi. Semoga inovasi ini bisa menjadi budaya kerja kita ke depan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah sekaligus Koordinator Teknis Inovasi Daerah Ramli Saraha, menjelaskan bahwa pendampingan teknis ini merupakan inisiatif Bapperida untuk memberikan pemahaman dan penguatan kapasitas kepada seluruh OPD, bagian, kelurahan, dan desa dalam menghasilkan dan mendokumentasikan inovasi yang berkualitas.
Baca Juga: Wali Kota Muhammad Sinen Sebut Bantuan Pangan Gratis Bakal jadi Program Rutin Setiap Tahun
"Inovasi adalah salah satu indikator keberhasilan kepala daerah. Dalam tiga tahun terakhir, prestasi Kota Tidore meningkat dari Kota Inovatif menjadi Kota Sangat Inovatif. Tahun ini kita mulai lebih awal dari jadwal pemerintah pusat agar masih ada waktu revisi jika ditemukan kekurangan," jelas Ramli.
Ia juga menekankan bahwa inovasi melekat pada unit kerja di mana inovasi tersebut dihasilkan, bukan pada individu pegawainya. Selain itu, inovasi dinilai sebagai salah satu bentuk percepatan pelayanan kepada masyarakat.
Artikel Terkait
Wali Kota Muhammad Sinen Ingatkan Nakes di Puskesmas dan Rumah Sakit Tidak Persulit Masyarakat Saat Berobat
Wali Kota dan Wawali Tidore Segera Evaluasi Pencapaian 4 Program Strategis Pada 100 Hari Kerja
Wali Kota Muhammad Sinen Janji Prioritas Kesejahteraan Guru dan Nakes di Pelosok Desa
Wawali Tidore Serahkan Bantuan Bapok Untuk 650 Penerima di Kecamatan Tidore Selatan
Kelurahan Gamtufkange Ditetapkan Sebagai Kampung Tangguh BERSINAR, Ini Harapan Wali Kota Muhammad Sinen
Wali Kota Muhammad Sinen Sebut Bantuan Pangan Gratis Bakal jadi Program Rutin Setiap Tahun
Sekda Tidore Sebut Efisiensi Anggaran Sudah Sesuai dengan Inpres Nomor 1 2025