Wali Kota dan Wawali Tidore Segera Evaluasi Pencapaian 4 Program Strategis Pada 100 Hari Kerja

photo author
Abd Yahya A, Malut Network
- Rabu, 28 Mei 2025 | 21:26 WIB
Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Taher Husain
Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Taher Husain

MALUTNETWORK.COM - Program 100 hari kerja Wali Kota Muhammad Sinen dan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman yang dimulai pada tanggal 20 Februari 2025 sedang memasuki fase akhir 100 hari kerja.

Sebagai pemerintahan baru, periode ini sangat krusial untuk menetapkan arah kebijakan dan menilai sejauh mana program-program yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Rencananya pemerintah Kota Tidore Kepulauan akan melakukan evaluasi program strategis 100 hari kerja pada tanggal 31 Mei 2025 bertepatan dengan HUT Pemda Kota Tidore Kepulauan ke-22.

Baca Juga: Wali Kota Muhammad Sinen Ingatkan Nakes di Puskesmas dan Rumah Sakit Tidak Persulit Masyarakat Saat Berobat

Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Taher Husain, mengatakan bahwa ada empat program strategis 100 hari kerja Kepala Daerah, terdiri dari bantuan pangan gratis, tidore satu data, kebijakan empat hari kerja dan pembatasan aktivitas pemerintah dan masyarakat pada hari Jumat, dan restrukturisasi organisasi. 

Taher mengaku, program pangan gratis adalah upaya menstimulasi daya beli dan menjaga stabilitas harga barang agar tetap stabil dan terkendali. 

Wali Kota dan Wakil Wali Kota ingin melindungi masyarakat miskin dan berpenghasilan rendah dari berbagai risiko, baik risiko ekonomi maupun resiko sosial. 

Baca Juga: Pemkot Tidore Upayakan Seluruh Masyarakat Bisa Terakses BPJS Kesehatan

"Apalagi pada momentum ramadhan, hari idul fitri dan idul adha, perlu menjaga stabilitas ekonomi rakyat," ujarnya, Rabu, 28 Mei 2025.

Selain bantuan pangan gratis, Taher bilang pemerintah daerah juga mendorong peningkatan kualitas tata kelola data yang terintegrasi dalam kebijakan Tidore Satu Data.

Jadi selain membantali ekonomi masyarakat, Wali Kota dan Wakil Wali Kota juga ingin memperkuat kualitas data daerah sebagai basis perencanaan daerah yang efektif dan tepat sasaran. 

Baca Juga: Deadline Pembentukan Koperasi Merah Putih Sampai 31 Mei, Wali Kota: Jangan Sampai Tidore Masuk Koperasi Terburuk

"Dengan kebijakan Tidore Satu Data, kami ingin melakukan integrasi data yang akurat dan terpadu sebagai basis pengambilan kebijakan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan pemerintah daerah," tambahnya. 

Lebih lanjut, Taher mengatakan, meskipun beberapa daerah hanya memprioritaskan kebijakan bantuan pangan gratis dalam 100 hari kerja. Namun Pemerintah Kota Tidore tidak boleh lengah terhadap kualitas tata kelola data daerah. 

Menurutnya, satu data menjadi sangat penting bagi kualitas perencanaan untuk memperkuat implementasi visi misi kepala daerah 5 Tahun mendatang. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abd Yahya A

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X