MALUTNETWORK.COM - Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo mengaku pemerintah Kota Tidore Kepulauan telah melakukan efisiensi anggaran tahun 2025 sesuai dengan Inpres nomor 1 tahun 2025.
Hal itu disampaikan mantan Kadis Pendidikan Kota Tidore Kepulauan itu saat mengikuti rapat koordinasi monitoring hasil penyesuaian pendapatan dan efesien belanja daerah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 se provinsi Maluku dan Maluku Utara, secara virtual baru-baru ini.
"Kota Tidore telah melakukan efesiensi anggaran 50 persen dari perjalanan dinas dna hal-hal lain, sehingga laporan ini juga sudah disampaikan kepada Gubernur Maluku Utara dan kementerian Dalam Negeri dan Dirjen perimbangan keuangan daerah," kata Ismail.
Baca Juga: Wali Kota Muhammad Sinen Sebut Bantuan Pangan Gratis Bakal jadi Program Rutin Setiap Tahun
Sekedar diketahui, rakor tersebut dipimpin Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri RI Agus Fatoni dan diikuti oleh para kepala Daerah Kabupaten/Kota se Provinsi Maluku dan Maluku Utara secara virtual.
Agus Fatoni dalam arahannya mengatakan pemerintah terus berupaya memperkuat manajemen keuangan negara dan daerah melalui kebijakan yang lebih efisien, efektif, serta tepat sasaran.
Untuk itu, pemerintah daerah didorong untuk melakukan penyesuaian pendapatan dan efisiensi belanja dalam penyusunan dan pelaksanaan APBD tahun anggaran 2025.
Baca Juga: Ini Pesan Ketua TP PKK Tidore ke Peserta Saat Buka Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah
"Kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk menghadapi tantangan fiskal dan menjaga kesinambungan pembangunan daerah, sehingga Efisiensi belanja daerah diarahkan pada pengurangan pengeluaran yang tidak prioritas, penghapusan kegiatan yang tidak memberikan dampak langsung bagi masyarakat, serta penguatan anggaran yang berorientasi pada hasil (outcome-based budgeting),"Kata Agus.
Selain itu, Agus juga menambahkan, penyesuaian pendapatan dilakukan secara realistis berdasarkan potensi dan tren ekonomi daerah, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dengan iptimalisasi sumber-sumber pendapatan daerah, termasuk Pendapatan Asli Daerah (PAD), diharapkan dapat mendukung pembiayaan program-program prioritas.
"Pelaksanaan efisiensi belanja diharapkan tidak hanya berdampak pada penghematan anggaran, tetapi juga meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah secara keseluruhan, sehingga Langkah penyesuaian ini menjadi bagian penting dari reformasi birokrasi dan tata kelola keuangan yang akuntabel, transparan, dan berkelanjutan demi mendukung visi pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat," tandas Agus.***
Artikel Terkait
Wali Kota Muhammad Sinen Ingatkan Nakes di Puskesmas dan Rumah Sakit Tidak Persulit Masyarakat Saat Berobat
Wali Kota dan Wawali Tidore Segera Evaluasi Pencapaian 4 Program Strategis Pada 100 Hari Kerja
Wali Kota Muhammad Sinen Janji Prioritas Kesejahteraan Guru dan Nakes di Pelosok Desa
Pemkot Tidore Kepulauan Raih Opini WTP ke-11 Berturut-turut dari BPK
Wawali Tidore Serahkan Bantuan Bapok Untuk 650 Penerima di Kecamatan Tidore Selatan
Kelurahan Gamtufkange Ditetapkan Sebagai Kampung Tangguh BERSINAR, Ini Harapan Wali Kota Muhammad Sinen
Wali Kota Muhammad Sinen Sebut Bantuan Pangan Gratis Bakal jadi Program Rutin Setiap Tahun