Sekda Tidore Sebut Efisiensi Anggaran Sudah Sesuai dengan Inpres Nomor 1 2025

photo author
Abd Yahya A, Malut Network
- Jumat, 30 Mei 2025 | 14:38 WIB
Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan, Ismail Dukomalamo SaatMengikuti Rapat Koordinasi Monitoring Hasil Penyesuaian Pendapatan dan Efesien Belanja Daerah Secara Virtual
Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan, Ismail Dukomalamo SaatMengikuti Rapat Koordinasi Monitoring Hasil Penyesuaian Pendapatan dan Efesien Belanja Daerah Secara Virtual

MALUTNETWORK.COM - Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo mengaku pemerintah Kota Tidore Kepulauan telah melakukan efisiensi anggaran tahun 2025 sesuai dengan Inpres nomor 1 tahun 2025.

Hal itu disampaikan mantan Kadis Pendidikan Kota Tidore Kepulauan itu saat mengikuti rapat koordinasi monitoring hasil penyesuaian pendapatan dan efesien belanja daerah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 se provinsi Maluku dan Maluku Utara, secara virtual baru-baru ini.

"Kota Tidore telah melakukan efesiensi anggaran 50 persen dari perjalanan dinas dna hal-hal lain, sehingga laporan ini juga sudah disampaikan kepada Gubernur Maluku Utara dan kementerian Dalam Negeri dan Dirjen perimbangan keuangan daerah," kata Ismail.

Baca Juga: Wali Kota Muhammad Sinen Sebut Bantuan Pangan Gratis Bakal jadi Program Rutin Setiap Tahun

Sekedar diketahui, rakor tersebut dipimpin Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri RI Agus Fatoni dan diikuti oleh para kepala Daerah Kabupaten/Kota se Provinsi Maluku dan Maluku Utara secara virtual.

Agus Fatoni dalam arahannya mengatakan pemerintah terus berupaya memperkuat manajemen keuangan negara dan daerah melalui kebijakan yang lebih efisien, efektif, serta tepat sasaran. 

Untuk itu, pemerintah daerah didorong untuk melakukan penyesuaian pendapatan dan efisiensi belanja dalam penyusunan dan pelaksanaan APBD tahun anggaran 2025.

Baca Juga: Ini Pesan Ketua TP PKK Tidore ke Peserta Saat Buka Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah

"Kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk menghadapi tantangan fiskal dan menjaga kesinambungan pembangunan daerah, sehingga Efisiensi belanja daerah diarahkan pada pengurangan pengeluaran yang tidak prioritas, penghapusan kegiatan yang tidak memberikan dampak langsung bagi masyarakat, serta penguatan anggaran yang berorientasi pada hasil (outcome-based budgeting),"Kata Agus.

Selain itu, Agus juga menambahkan, penyesuaian pendapatan dilakukan secara realistis berdasarkan potensi dan tren ekonomi daerah, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dengan iptimalisasi sumber-sumber pendapatan daerah, termasuk Pendapatan Asli Daerah (PAD), diharapkan dapat mendukung pembiayaan program-program prioritas.

Baca Juga: Wakili Tidore pada Lomba 10 Program Pokok PKK Tingkat Provinsi, Ketua PKK Tidore Optimis Desa Maregam Bisa Juara

"Pelaksanaan efisiensi belanja diharapkan tidak hanya berdampak pada penghematan anggaran, tetapi juga meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah secara keseluruhan, sehingga Langkah penyesuaian ini menjadi bagian penting dari reformasi birokrasi dan tata kelola keuangan yang akuntabel, transparan, dan berkelanjutan demi mendukung visi pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat," tandas Agus.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abd Yahya A

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X