MALUTNETWORK.COM - Pembangunan infrastruktur di daerah pesisir memiliki hubungan yang erat dengan peningkatan ekonomi, di mana infrastruktur yang memadai terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan sektor ekonomi.
Hal ini menunjukkan bahwa infrastruktur berperan penting dalam pembangunan ekonomi daerah, terutama di wilayah pesisir yang bergantung pada sektor perikanan dan pariwisata.
Hal tersebut disampaikan Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Syofyan Saraha saat mewakili Wali Kota Tidore pada pembukaan Focus Group Discussion (FGD) 'Pengembangan Strategi Pembiayaan Berkelanjutan Infrastruktur Pesisir Di Kawasan Konservasi Perairan Pulau Mare Dan Perairan Sekitarnya', yang berlangsung di ruang rapat sekda, Selasa, 21 Januari 2025.
Syofyan Saraha dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PPN/Bappenas yang bekerjasama dengan Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) yang sudah berinisiatif melaksanakan kegiatan FGD untuk ketiga kalinya terkait dengan Indonesia Ocean For Prosperity (LAUTRA) di Kota Tidore Kepulauan.
“Kegiatan FGD kali ini menyangkut dengan pengembangan strategi pembiayaan berkelanjutan infrastruktur pesisir di kawasan konservasi perairan Pulau Mare dan perairan sekitarnya yang merupakan kerjasama antara ICCTF dan Bappenas dengan PT Sucofindo Advisory Utama," kata Syofyan.
Syofyan juga menambahkan, Pembangunan infrastruktur di wilayah pesisir, khususnya di Pulau Mare dan sekitarnya, memiliki peran yang sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Hadiri Peringatan Hari Jadi ke-11 UPT Puskesmas Rum Balibunga, Ini Pesan Sekda Tidore
Infrastruktur yang memadai, seperti jalan, sistem irigasi, dan fasilitas publik lainnya, tidak hanya meningkatkan aksesibilitas tetapi juga berpotensi mengurangi ketimpangan sosial dan ekonomi.
Syofyan Saraha mengharapkan melalui FGD ini kawasan Konservasi Pulau Mare dan sekitarnya menjadi langkah awal bagi upaya pengelolaan pesisir, yang diharapkan memberikan dampak yang optimal dan berkelanjutan dengan secara keseluruhan.
"Pengembangan infrastruktur harus dilakukan dalam mempertimbangkan karakteristik lokal dan potensi sumber daya yang ada, serta memperhatikan aspek keberlanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir dan menciptakan ekonomi yang lebih produktif dan inklusif," ujarnya.
“Saya mengharapkan sumbangsih kontribusi pemikiran yang cerdas dan cemerlang dari para peserta FGD, untuk memberi solusi dan juga kontribusi pada agar peningkatan mata pencaharian masyarakat Pulau Mare yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) di Kota Tidore Kepulauan," harap syofyan.
Sementara, perwakilan tenaga ahli PT Sucofindo Advisory Utama Sandra Kaunang dalam presentasinya mengatakan tujuannya dalam melakukan verifikasi dan validasi data infrastruktur dalam pengelolaan kawasan konservasi perairan ini kedepan dapat peningkatan kesejahteraan masyarakat pulau mare.
"Untuk melakukan identifikasi dan analisis dalam mengembangkan strategi pembiayaan berkelanjutan dalam penyediaan infrastruktur KKPD yang dapat meningkatkan kesehatan ekosistem dan mata pencaharian masyarakat pesisir," katanya.
Artikel Terkait
Dukung Penuh RSD Tidore Naik Kelas Ke Tipe B, Sekda Tidore: Harus Memacu Perbaikan Pelayanan
Anggaran Makan Bergizi Gratis di Tidore Rp25 Ribu per Porsi, Iswan Salim: Kalau Rp10 Ribu Masih Jauh dari Kata Bergizi
Upaya BPBD, Kota Tidore Akhirnya Punya Alat Deteksi Dini Tsunami
Gedung Baru SPKT Polsek Oba Utara Diresmikan, Diharapkan Tingkatan Layanan Terbaik ke Masyarakat
Disnakertrans Maluku Utara Tangani 61 Kasus Perselisihan Hubungan Industrial, Marwan Polisiri: PHK Terbanyak
Sukses Implementasi Transformasi Untuk Pembelajaran, Dinas Pendidikan Tidore Raih Penghargaan dari Kementerian