Harga BBM Non Subsidi Naik, Maluku Utara Hanya Satu Jenis BBM. Ini Daftar Harganya

- Jumat, 2 Desember 2022 | 11:37 WIB
Pertmina menaikan harga BBM non subsidi termasuk Provinsi Maluku Utara (Abdy Restu Yudha/Malutnetwork)
Pertmina menaikan harga BBM non subsidi termasuk Provinsi Maluku Utara (Abdy Restu Yudha/Malutnetwork)

Malutnetwork.com - PT Pertamina resmi menaikan harga BBM non subsidi jenis Pertamax Turbo, Dextile, dan Pertamax Dex di sejumlah wilayah termasuk provinsi Maluku utara (Malut) pada, Kamis (01/12/22).

Kenaikan harga BBM non subsidi yang dilakukan Pertamin tidak secara keseluruhan dari sejumlah jenis BBM tersebut, di provinsi Malut hanya jenis Dextile yang mengalami kenaikan harga.

Dilansir Malutnetwork.com dari laman resmi PT Pertamina, terlampir harga BBM non subsidi jenis Dextile untuk provinsi Malut sebesar Rp. 18.650 yang sama seperti sejumlah provinsi lainnya termasuk Provinsi Maluku.

Baca Juga: Pertamina Resmi Menaikan Harga BBM Non Subsidi, Berikut Daftar Harga per 1 Desember 2022

"PT Pertamina melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) Umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/202", tulis Pertamina melalui akun resminya.

Kepmen tersebut mengatur tentang formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran jenis BBM non subsidi jenis bensin dan minyak solar.

Untuk BBM non subsidi jenis Pertamax Turbo dan Pertamax Dex hanya di luar dari Provinsi Maluku, Malut dan Papua mengalami kenaikan harga.

Baca Juga: Pidato Jokowi Membuat Panggung Politik Menjadi Gaduh, Ganjar-Prabowo Foto Rambut Gaya Baru  

Secara rinci harga BBM non subsidi jenis Pertamax Turbo naik hingga Rp 15.200 hingga Rp. 15.800 sepeti provinsi Bengkulu, Riau dan Batam.

Sementara daerah lain harga rata-rata naik Rp 15.200 hingga Rp 15.800. Sedangkan BBM non subsidi jenis Solar tidak mengalami kenaikan harga.

Baca Juga: Piala Dunia 2022 Memunculkan Beberapa Momen Unik Mulai dari Ronaldo Makan Hingga Kiper Maroko yang Menghilang

***

 

 

 

Halaman:

Editor: Sukri Yunus

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X