MALUTNETWORK.COM - Awal tahun 2026 menjadi momentum penting bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia.
Badan Kepegawaian Negara (BKN) secara resmi telah memperketat sistem keamanan dan integrasi layanan melalui portal ASN Digital.
Kini, mengakses aplikasi eKinerja BKN tidak lagi sekadar memasukkan NIP dan password, melainkan wajib melewati protokol keamanan tingkat tinggi.
Berikut adalah panduan lengkap dan terbaru untuk Anda agar tetap bisa melaporkan kinerja harian tanpa hambatan teknis.
Mengapa ASN Wajib Beralih ke Portal ASN Digital?
Mulai Januari 2026, pintu masuk lama e-Kinerja kini terintegrasi penuh ke dalam ekosistem ASN Digital.
Langkah ini diambil untuk melindungi data kepegawaian nasional dari ancaman peretasan.
Fitur paling signifikan yang wajib diaktifkan oleh setiap PNS dan PPPK adalah Multi-Factor Authentication (MFA), yang berfungsi sebagai verifikasi dua langkah layaknya aplikasi perbankan.
Baca Juga: Lengkap! Cara Daftar Kartu Layanan Gratis (KLG) Jakarta 2026, Cek Syarat dan Lokasi Aktivasi Terbaru
Langkah 1: Aktivasi MFA (Wajib bagi Semua ASN)
Jika Anda baru pertama kali login di tahun 2026, Anda tidak akan bisa langsung masuk ke dashboard eKinerja BKN sebelum mengaktifkan MFA. Berikut urutannya:
- Instal aplikasi Google Authenticator atau sejenisnya melalui Play Store atau App Store.
- Buka browser di laptop dan kunjungi laman resmi bkn.go.id.
- Klik ikon BKN, lalu pilih "Login". Masukkan NIP sebagai username dan password yang biasa Anda gunakan untuk MyASN.
- Setelah masuk, sistem akan memunculkan QR Code di layar komputer Anda.
- Buka aplikasi Google Authenticator di HP, klik tanda "+", lalu pilih "Scan a QR Code". Arahkan kamera HP ke layar laptop.
- Masukkan 6 digit kode OTP yang muncul di HP ke kolom verifikasi di layar laptop. Beri nama perangkat lalu klik "Submit".
Baca Juga: Daftar Bansos yang Cair Januari 2026 dan Cara Ceknya Lewat HP, Ada PKH dan BPNT!