Teknologi yang digunakan nantinya diklaim mampu memulihkan lebih dari 95 persen logam berharga, sehingga emisi karbon dapat ditekan dan prinsip ekonomi sirkular terjaga.
Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan, TP-PKK dan Dinas Pertanian Tidore Gelar Penanaman Jagung dan Sayur
“Daur ulang adalah kunci keberlanjutan. Baterai yang selesai tugasnya hari ini harus kembali menjadi sumber daya esok hari,” kata Toto menegaskan.
Selain menargetkan efisiensi rantai pasok, ANTAM dan IBC menekankan manfaat sosial dan lingkungan. Konsorsium ANTAM-IBC-CBL menyiapkan program vokasi untuk warga sekitar, membuka ribuan lapangan kerja baru, serta mendorong pertumbuhan UMKM penunjang.
Seluruh proyek dijalankan dengan standar Environmental, Social & Governance (ESG), mulai dari pengelolaan tailing di Halmahera, penggunaan energi bersih di Karawang, hingga prosedur keselamatan kerja di fasilitas daur ulang.
Baca Juga: Tingkatkan Ekonomi Petani, TP-PKK Tidore Dorong Budidaya Bawang Merah Khas Kelurahan Topo
“Visi kami jelas: bukan sekadar membangun pabrik, tetapi menciptakan ekosistem hijau terintegrasi yang mampu berdampak ekonomi luas sekaligus menjaga bumi,” tutup Toto.
Dengan rangkaian proyek strategis tersebut, ANTAM dan IBC berharap Indonesia dapat tampil sebagai pemain kunci dalam industri baterai dunia, bukan hanya sebagai pemasok bahan mentah, melainkan produsen teknologi bernilai tambah tinggi.***
Artikel Terkait
Warga Sampaikan Aspirasi Saat Menteri Bahlil Kunjungi Pulau Gag Raja Ampat
Gubernur Papua Barat Daya Tepis Isu Soal Kerusakan Pulau Gag Raja Ampat
Bukan Pulau Gag, Dua Perusahaan Ini yang Justru Ancam Pulau Geopark Raja Ampat
Bukan PT Gag Nikel, Menteri LHK Beberkan Perusahaan yang Rusak Raja Ampat
Soal Pertambangan di Pulau Gag Raja Ampat, Menteri LHK Sebut PT GAG Nikel Memenuhi Kaidah-kaidah Lingkungan
Tidak Beroperasi di Geopark Raja Ampat, PT Gag Nikel Berkomitmen Tetap Tegakkan Prinsip Good Mining Practices
Pengamat Sebut PT GAG Nikel Justru Jadi Penopang Ekonomi Negara