Selamatkan Nasib Ratusan Honorer, Kado Istimewa Ali Ibrahim-Muhammad Sinen di Penghujung Masa Jabatan

photo author
Abd Yahya A, Malut Network
- Kamis, 9 Januari 2025 | 21:39 WIB
Foto Bersama Wali Kota Tidore Kepulauan Ali Ibrahim Dan Para Tenaga Honorer yang Diangkat Menjadi PPPK
Foto Bersama Wali Kota Tidore Kepulauan Ali Ibrahim Dan Para Tenaga Honorer yang Diangkat Menjadi PPPK

MALUTNETWORK.COM - Ratusan tenaga honorer di Kota Tidore Kepulauan segera diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Hal ini setelah dinyatakan lulus pada seleksi PPPK 2024 tahap pertama.

Berdasarkan data yang diterima, kurang lebih sekitar 986 honorer di Pemerintah Kota Tidore Kepulauan yang dinyatakan lulus seleksi PPPK 2024 tahap pertama.

Ratusan honorer segera diangkat menjadi PPPK ini tidak terlepas dari upaya dan kerja keras Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen. Dengan diangkatnya ratusan honorer menjadi PPPK, sekaligus bentuk kado istimewa Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen di penghujung masa pengabdiannya.

Baca Juga: Sekda Tidore Tegaskan Tidak Ada Lagi Honorer di 2025, Pemkot Siapkan Solusi Selamatan Nasib Honorer

Wali Kota Tidore Kepulauan, Ali Ibrahim saat pertemuan dengan para honorer di di Aula Sultan Nuku Kantor Wali Kota Rabu, 8, Januari 2024 mengatakan sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat yang telah memberikan jatah kuota di Pemerintah Kota Tidore Kepulauan sebanyak 1.700 formasi pada seleksi PPPK 2024 tahap pertama.

"Alhamdulillah, dengan kuota sebanyak itu, saat ini yang telah dinyatakan lulus sebanyak 986 peserta, yang saat ini juga telah memasuki tahapan pengusulan NIPPPK," ujar Wali Kota Tidore Kepulauan dua periode itu.

Ali Ibrahim berpesan kepada PPPK untuk menjaga kedisiplinan, serta sadar akan posisi yang dilamar sebagai amanah dan tanggungjawab besar dari Pemerintah Daerah.

Baca Juga: Evaluasi Kinerja OPD, Wali Kota Tidore Ingatkan Soal Disiplin

“Perjuangan panjang telah dilakukan untuk mengangkat tenaga honorer Kota Tidore Kepulauan menjadi PPPK, seleksi dilakukan secara transparan tanpa praktik KKN, dengan kemampuan daerah terbatas, kami mengupayakan Dana Transfer dari Pusat sebesar Rp.38 Miliar yang diperoleh melalui lobi insentif, komitmen ini, semoga dapat membawa hasil yang diharapkan,” jelasnya.

Pihaknya mengaku, memperjuangkan kuota formasi PPPK Tahun 2024 di Kota Tidore Kepulauan yang cukup besar ini, tidak terlepas dari kerja keras dari Pemerintah Daerah, salah satunya tim teknis BKPSDM. Capaian ini juga dikenang sebagai kado istimewa untuk honorer di masa kepemimpinannya selama dua periode.

Senada juga disampaikan, Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan H. Ismail Dukomalamo. Dalam kesempatan tersebut Ismail mengatakan, ratusan honorer diangkat menjadi PPPK ini tidak terlepas dari keberanian Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan mengusulkan kuota sebanyak 1.669 formasi.

Baca Juga: Soal Kasus Puskesmas Galala, Kajari Tidore: Menunggu Hasil Audit BPKP, Baru Kita Tetapkan Tersangka

Padahal, kata Ismail, selaku ketua tim anggaran, pihaknya hanya berani mengusulkan 600 kuota, mengingat keterbatasan anggaran di daerah, namun berkat upaya yang keras, akhirnya bisa diupayakan.

“Solusi pembiayaan berhasil diperoleh melalui lobi dana pusat sebesar Rp.38 Miliar, Hak dan kewajiban PPPK setara dengan PNS kecuali dalam hal pensiun, di mana PPPK menerima pesangon. Pemerintah Pusat ke depan tidak akan lagi mengangkat ASN baru sehingga perlu fokus pada peningkatan kualitas kerja, untuk itu ASN maupun PPPK yang waktu kerja 5 hari wajib memenuhi jam kerja yang telah ditentukan,” tegasnya.

Sementara, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tidore, Rusdy Thamrin dalam laporannya mengatakan, untuk seleksi PPPK 2024 tahap pertama peserta yang dinyatakan lulus sebanyak 986 peserta, yang terdiri dari Tenaga Kesehatan sebanyak 195, Tenaga Teknis sebanyak 703 dan Tenaga Guru sebanyak 88 orang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abd Yahya A

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X