Tiga Titik Sekolah Rakyat di Maluku Utara Segera Beroperasi 14 Juli, Mensos: Total Peserta Didik 9.755

photo author
Abd Yahya A, Malut Network
- Selasa, 8 Juli 2025 | 21:24 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf Kunjungi Salah Satu Sekolah Rakyat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf Kunjungi Salah Satu Sekolah Rakyat

MALUTNETWORK.COM - Kementerian Sosial mengumumkan program Sekolah Rakyat tahun ajaran 2025/2026 akan dimulai pada bulan ini di 100 titik lokasi rintisan di seluruh Indonesia. 

Dari 100 titik ini, 63 titik akan memulai pengenalan kepada siswa pada 14 Juli 2025 dan sebanyak 37 titik akan dimulai di akhir Juli 2025. Dari 100 titik, tiganya berada di Maluku Utara.

Program ini bertujuan menyediakan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, sebagai langkah strategis memutus rantai kemiskinan melalui Pendidikan sesuai arahan Presiden Prabowo. 

Baca Juga: Wawali Tidore Beri Sinyal Rombak Total Pejabat Eselon II, Akhir Agustus Ujikom Digelar: Kali Ini Lebih Menarik

“Sekolah Rakyat ini, seperti yang sering disampaikan Bapak Presiden Prabowo, adalah untuk keluarga yang kurang mampu, keluarga yang punya potensi putra-putrinya putus sekolah, atau bahkan sudah putus sekolah,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Selasa, 8 Juli 2025.

Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Seluruh siswa akan mengikuti pelajaran formal di siang hari, dan mendapat penguatan pendidikan karakter pada malam hari. Nilai-nilai agama, kepemimpinan, hingga keterampilan hidup menjadi bagian penting dari kurikulum.

Sebagai penunjang kurikulum, sekolah ini juga dirancang dengan fasilitas lengkap, termasuk asrama, laboratorium, fasilitas olahraga, dan gedung serbaguna. 

Baca Juga: Kepala OPD Diminta Tidak Lupa Tugas Pokok Meski Dubes Spanyol dan Wamen Transmigrasi Kunjungi Tidore

Seluruh biaya pendidikan, termasuk makan, tempat tinggal, buku, dan seragam, akan ditanggung oleh pemerintah. Pada tahap awal, sekolah akan memanfaatkan gedung-gedung milik pemerintah pusat dan daerah yang telah direnovasi. 

Ke depan, pemerintah akan membangun sekolah permanen di atas lahan minimal 8 hektare. Satu sekolah akan menampung hingga 1.000 siswa.

Sekolah Rakyat yang beroperasi pada Juli ini, menampung 395 rombongan belajar untuk jenjang SD, SMP, dan SMA di 100 titik yang tersebar di 29 provinsi. Pulau Jawa menjadi wilayah terbanyak (48 lokasi), disusul Sumatra (22), Sulawesi (15), Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Maluku (masing-masing 4), serta Papua (3 titik). Total kapasitas peserta didik pada tahap pertama ini mencapai 9.755 siswa. 

Baca Juga: Wawali Tidore Kumpulkan Kepala OPD Bahas Sekolah Rakyat Hingga Pembangunan 3 Juta Rumah

Adapun 100 lokasi sesuai Keputusan Menteri Sosial RI Nomor:126/HUK/2025 tentang Penetapan Lokasi Penyelenggaraan Sekolah Rakyat, adalah sebagai berikut:

1. Aceh 

• Sentra Darussa'adah Aceh

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abd Yahya A

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X