Begini Cara Hadapi Perubahan di Era Disrupsi

photo author
Tim Malut Network 03, Malut Network
- Rabu, 15 Juni 2022 | 15:58 WIB
ilustrasi era disrupsi (Istimewa)
ilustrasi era disrupsi (Istimewa)

*Artikel ini untuk memenuhi tugas UAS

Malutnetwork.com - Perubahan adalah keniscayaan. Dalam konteks kehidupan sosial, perubahan ibarat dinamisasi warna pelangi yang membuatnya nampak indah.

John Lewis Gillin dan John Phillip Gillin (1954) menyebut perubahan sosial sebagai variasi cara hidup yang diterima, baik akibat perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, atau karena difusi dan penemuan di masyarakat.

Contoh perubahan yang paling nyata adalah munculnya kebiasaan-kebiasaan baru pada tatanan kehidupan sosial setelah Pandemi Covid-19.

Masyarakat dikondisikan untuk mentaati protokol kesehatan seperti mencuci tangan dan memakai masker. Pada tataran teknologi, masyarakat membatasi ruang-ruang interaksi fisik dan mengubahnya melalui media daring seperti Zoom atau Google Meet untuk bersosialisasi.

Baca Juga: Hari Pertama Berkantor Paska Pencarian Eril, Mata Ridwan Kamil Jadi Sorotan

Pada wilayah yang lebih sederhana, seperti di organisasi atau perusahaan, kemampuan untuk menyikapi perubahan atau melakukan perubahan secara sadar (awareness) diperlukan untuk memastikan bahwa perusahaan itu tetap bertumbuh.

Perubahan organisasi mempunyai tujuan agar organisasi itu tidak menjadi statis, melainkan dinamis dalam menghadapi perkembangan zaman.

Era Disrupsi

Era disrupsi adalah masa ketika terjadi perubahan yang sifatnya massif akibat adanya inovasi yang mengubah sistem atau tatanan ke arah yang baru. Organisasi atau perusahaan besar sekalipun akan gulung tikar jika tidak mempunyai strategi yang tepat untuk menghadapinya.

Pada era pandemi sekaligus disrupsi seperti saat ini, semua potensi dan kesempatan akan selalu ada bagi organisasi yang mau berubah dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Baca Juga: Jelajahi Potensi Pariwisata Bangka Belitung Sebagai Tajuk Kesejahteraan Masyarakat

Di wilayah organisasi, disrupsi dapat dibaca sebagai proses di mana perusahaan kecil dengan sumber daya yang lebih terbatas mampu bersaing dengan perusahaan yang jauh lebih mapan.

Drama gulung tikarnya perusahaan raksasa alat telekomunikasi asal Finlandia, Nokia bisa menjadi contoh yang paling sering diperbincangkan. Kala itu Nokia ngotot tetap menggunakan platform Symbian, padahal produsen lainnya telah beralih menggunakan android.

Kesombongan Nokia nampak dari keputusan mereka untuk fokus pada peningkatan produk dan layanan kepada pelanggan yang menguntungkan saja, serta enggan melihat potensi segmen lainnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sukri Yunus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X