Kurikum Menjadi Barometer Pendidikan Anak

photo author
Tim Malut Network 03, Malut Network
- Rabu, 15 Juni 2022 | 15:10 WIB
ilustrasi kurikulum sekolah yang baik (Istimewa)
ilustrasi kurikulum sekolah yang baik (Istimewa)

Artikel ini untuk memenuhi tugas UAS

Malutnetwork.com - Seiring berjalannya waktu, pendidikan di Indonesia juga terus melalui berbagai penyempurnaan. Kemajuan bangsa dapat diukur dari bidang pendidikan.

Pendidikan yang berkualitas mencerminkan pendidikan yang maju Oleh karena itu, penting bagi setiap warga negara untuk lebih memperhatikan dan memastikan pendidikan yang didapatkan oleh anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa nantinya.

Perkembangan pendidikan di Indonesia tidak lepas dari campur tangan Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh penting dalam dunia pendidikan. Konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara adalah pendidikan yang merdeka.

Baca Juga: Mengenal Merdeka Belajar Ala Ki Hadjar Dewantara

Berikut empat strategi pendidikan Ki Hajar Dewantara dalam catatan Wiryoprantnoto :

Pertama, pendidikan adalah proses budaya untuk mendorong siswa agar memiliki jiwa merdeka dan mandiri.

Kedua, membentuk watak siswa agar berjiwa nasional, namun tetap membuka diri terhadap perkembangan internasional.

Ketiga, membangun pribadi siswa agar berjiwa pionir-pelopor, dan keempat: mendidik berarti mengembangkan potensi atau bakat yang menjadi kodrat alamnya masing-masing siswa.

Baca Juga: Masa Cuti Berakhir, Ridwan Kamil Kembali Melayani Masyarakat Jabar. Begini Kondisinya

Pemikiran Ki Hadjar Dewantara terinspirasi dari tokoh-tokoh pendidik dunia, salah satunya Maria Montessori. Beliau seorang dokter sekaligus ahli pendidikan yang berasal dari Italia .

Metode Montessori lahir sebagai sebuah hasil kecintaan seorang Maria Montessori terhadap pekerjaan dan kepeduliannya terhadap pendidikan anak.

Maria Montessori percaya bahwa setiap individu harus mengedukasi dirinya sendiri, sedangkan guru menyediakan informasi dan bimbingan kepada siswa di lingkungan yang edukatif.

Baca Juga: Masa Cuti Berakhir, Ridwan Kamil Kembali Melayani Masyarakat Jabar. Begini Kondisinya

Ia merasa bahwa tujuan pendidikan usia dini haruslah memupuk keingintahuan anak-anak, kecintaan mereka pada ilmu pengetahuan, serta keinginan yang kuat untuk terus belajar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sukri Yunus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X