• Minggu, 4 Desember 2022

Korban Suporter di Stadion Kanjuruhan Malang Terus Manambah, 130 Orang Dinyatakan Meninggal

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 14:49 WIB
Tragedi Korban Kerusuhan di Kanjuruhan Malang yang menewaskan 130 suporter (Malutnetwork - Photo)
Tragedi Korban Kerusuhan di Kanjuruhan Malang yang menewaskan 130 suporter (Malutnetwork - Photo)

Malutnetwork.com - Korban kerusuhan sporter di Stadion Kanjuruhan Malang yang terjadi usai Arema FC melawan Persebaya Surabaya terus menambah. Akibat peristiwa tersebut ratusan orang dinyatakan meninggal dunia.

Tragedi Kanjuruhan Malang yang menewaskan ratusan orang tersebut berawal dari sebagian suporter Aremania (nama suporter Arema FC) memasuki lapangan setelah pulit panjang dibunyikan sekitar pukul 22.00 WIB.

Kapolda Jawa timur Irjen Pol Nico Afinta mengatakan, tragedi Kanjuruhan Malang pada laga Derby yang mempertemukan Arema Fc dan Persebaya Surabaya pada, Sabtu (01/10/26) malam telah menewaskan 126 orang.

Baca Juga: KPK Jemput Lukas Enembe karena Mangkir Pemanggilan Kedua, Polri Siagakan 1.800 Personil

"Akibat kerusuhan itu, telah meninggal 127 orang, dua di antaranya anggota Polri", ujar Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta kepada awak media di Mapolda, Minggu (02/10/22).

Lebih lanjut, kata Nico, dari total 40.000 orang yang menyaksikan pertandingan Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang itu hanya sebagian yang anarkis.

"Masih ada 180 orang yang masih dalam perawatan. Dari 40 ribu penonton, tidak semua anarkis. Hanya sebagian, sekitar 3.000 penonton turun ke lapangan", pungkasnnya.

Baca Juga: Putri Candrawathi Resmi Ditahan di Rutan Mako Brimob, DPR Apresiasi Polri

Sebelumnya, pertandingan Arema FC dan Persebaya Surabaya berlangsung dengan baik. Namun, paska pertandingan berakhir sejumlah suporter Aremania turun ke lapangan karena tidak terima tim kesayangannya selisih 1 gol dari Persebaya Surabaya.

Upaya pengamanan pun dilakukan oleh pihak Kepolisian Jawa Timur, namun upaya tersebut tidak digubrik sehingga petugas mengeluarkan gas air mata guna mencegah terjadinya konflik suporter di dalam lapangan.

Halaman:

Editor: Sukri Yunus

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X