• Minggu, 4 Desember 2022

Berikut Kisi-kisi Soal Tes Badan Ad Hoc Pemilu 2024, Utamakan ini Sebelum Menjawab Pertanyaan

- Sabtu, 19 November 2022 | 20:19 WIB
kisi-kisi soal ujian tes Badan Ad Hoc unntuk PPK dan PPS Pemilu 2024 (infografis Malutnetwork)
kisi-kisi soal ujian tes Badan Ad Hoc unntuk PPK dan PPS Pemilu 2024 (infografis Malutnetwork)

Malutnetwork.com - Rekrutmen calon anggota Badan Ad Hoc untuk Panitia Pemilihan Kecataman (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) tak lama lagi dimulai. Kisi-kisi soal tes pun mulai menjadi incaran para peserta yang bakal mengikuti seleksi pada 20 November 2022 mendatang.

Dalam meningkatkan kapasitas penyelenggara Pemilu 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus melakukan upaya untuk mencetak Badan Ad Hoc untuk calon anggota PPK dan PPS yang profesional dan berintegritas.

International NGO Forum on Indonesian Development (INFID), Masykurudin Hafidz mengusulkan soal ujian tertulis dalam merekrut calon anggota PPK dan PPS Pemilu 2024 harus proporsional dan implementatif.

Baca Juga: Resmi Dibuka, ini Jadwal dan Syarat Rekrutmen Badan Ad Hoc PPK dan PPS Pemilu 2024. Lengkap!

"Jadi nanti sebagian soal tertulis itu harus benar-benar menguji, apakah penyelenggara memiliki wawasan kebangsaan yang mendukung proses pemilu dan demokrasi", kata Hafidz dalam diskusi media yang diselenggarakan KPU RI di Gedung Media Center KPU pada, Jumat (18/11/22).

Menurutnya soal-soal tertulis dibuat untuk menunjukkan para calon anggota PPK dan PPS Pemilu 2024 mempunyai kemampuan dan keterampilan menjalankan tahapan pemilu yang paling implementatif atau paling teknis.

"Menguji pemahaman mereka tentang setia kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tungga Ika harus diterminkan dalam soal ujian tertulis", pungkasnya.

Baca Juga: KPU Diminta Selektif Merekrut PPK dan PPS , Akademisi : Model Politik Uang Menyasar ke Penyelenggara Marak

Lebih lanjut, kata Hafidz, tantangan pemilu ke depan adalah mengembalikan pemilu sebagai wahana penghormatan pilihan dan menghormati hukum. Wujud toleransi harus tercermin dalam pemilu, jika penyelenggaranya tidak mempunyai jiwa toleransi, maka akan mudah diintervensi. 

"Karena jika tidak, bagaimana mungkin menjadi penyelenggara pemilu, sementara tidak punya jiwa demokrasi", ungkapnya.

Halaman:

Editor: Sukri Yunus

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X