• Minggu, 4 Desember 2022

KPK Jemput Lukas Enembe karena Mangkir Pemanggilan Kedua, Polri Siagakan 1.800 Personil

- Sabtu, 1 Oktober 2022 | 14:02 WIB
Ilustrasi Polri menerjunkan 1.800 personil melakukan pengamanan penjemputan Lukas Enembe oleh KPK (Malutnetwork - Photo)
Ilustrasi Polri menerjunkan 1.800 personil melakukan pengamanan penjemputan Lukas Enembe oleh KPK (Malutnetwork - Photo)

Malutnetwork.com - Kasus dugaan gratifikasi yang menyeret Gubernur Papua Lukas Enembe berbuntut panjang setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melayangkan surat pemanggilan kedua.

Pemanggilan Lukas Enembe oleh KPK tak kunjung dipenuhi karena sedang sakit. Lukas mendapat surat panggilan sejak 26 september 2022 lalu.

Pemeriksaan tersangka Lukas Enembe melalui proses yang panjang karena rumah orang nomor satu di Papua itu telah dijaga oleh ratusan masa aksi yang menolak Lukas diperiksa sebagai tersangka kasus gratifikasi.

Baca Juga: Romelu Lukaku Sepertinya Tidak Akan Membela Chelsea Lagi Musim Depan

Dalam mengantisipasi terjadinya konflik antar, Polri menerjunkan setidaknya 1.800 personil untuk melakukan pengamanan saat penjemputan Lukas Enembe di kediamannya di Papua.

Kapolri Jenderal Listiyo Sigit Prabowo mengatakan, pihaknya mendukung langkah KPK dengan menyiapkan personel untuk memback up penjemputan tersangka kasus korupsi

"Terkait dengan kasus Lukas Enembe. Kami telah menyiapkan 1.800 personel di Papua. Dan kami siap untuk membackup apabila memang KPK meminta", kata Sigit.

Baca Juga: Billy Syahputra Diduga Melakukan Pencemaran Nama Baik dan Penghinaan, Robby Shine Lapor Polisi

Menurutnya, pemberantasan korupsi di Indonesia menjadi tanggungjawab bersama sehingga Polri mendukung penuh upaya KPK dalam memberantas tindak pidana korupsi.

"Tentunya kami juga mendukung penuh pemberantasan korupsi", tegas Kapolri Jenderal Listiyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jumat (30/10/22).

Halaman:

Editor: Sukri Yunus

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X