• Senin, 3 Oktober 2022

Dua Pejabat Kemendag Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Gerobak

- Kamis, 8 September 2022 | 06:10 WIB
Bareskrim Polri menggelar perkara penetapan tersangka dugaan korupsi pengadaan gerobak Kementerian Perdagangan. (PMJ News / Dok Malutnetwork)
Bareskrim Polri menggelar perkara penetapan tersangka dugaan korupsi pengadaan gerobak Kementerian Perdagangan. (PMJ News / Dok Malutnetwork)

Malutnetwork.com - Dua orang pejabat pembuat komitmen (PPK) Kementerian Perdagangan (Kemendag) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan gerobak dagang tahun anggaran 2018-2019.

Kedua tersangka kasus dugaan korupsi tersebut berinisal PIW dan BP resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) Bareskrim Polri.

Karopenmas Devisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan kedua tersangka menerima suap pengadaan gerobak dagang ditahun anggaran yang berbeda-beda.

Baca Juga: Fitur yang Dimiliki Vespa Sprint 150 Sudah Jelas Tidak Bisa Dianggap Remeh! Inilah Bukti dari Keunggulanya

"Untuk yang tersangka pertama itu di tahun 2018 adalah saudara PIW, jadi selaku PPK di tahun anggaran 2018", ujar Brigjen Ahmad Ramadhan. Rabu (07/09/22).

Ramadhan menjelaskan, tersangka PIW menerima suap sebesar Rp 800 juta pada tahun 2018 saat menjabat sebagai PPK yang memiliki wewenang menunjuk pihak-pihak sebagai pelaksana pengadaan.

"Kemudian juga di dalam proses pelaksanaan tersebut juga ada pengaturan lelang. Dimana dengan cara mengubah, sehingga ditetapkan lah oleh pokja ini PT yang ditetapkan pemenang", pungkas Ramadhan.

Baca Juga: Pesawat Latih G-36 Bonanza TNI AL Jatuh di Perairan Alur Pelayaran Barat Surabaya

Jumlah pengadaan gerobak dagang, kata Ramadhan, sebanyak 7.200 unit dengan nilai kontrak sebesar Rp 49 miliar. Namun dalam pelaksanaannya, hanya 2.500 unit gerobak yang dikerjakan.

"Jadi hanya 2.500 gerobak yang dikerjakan. Secara perhitungan estimasi fiktis sebesar 30 miliar", jelasnya.

Halaman:

Editor: Sukri Yunus

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X